Assalamualaikum,
Ini pengalaman saya melakukan operasi wasir. Smga bisa menjadi referensi buat calon survivor wasir😊🤣
Tindakan : operasi laser BEIM, minim pendarahan tanpa jahitan
Lokasi: RS Universitas Muhammadyah Malang
Dokter spesialis bedah: dr. M Aleq Sander
Dokter anestesi: Dr. Denny (lupa)
Anestesi : sebagian, epidural sama spti operasi caesar
Begini kisah lengkap nya:
Saya mengidap wasir sejak melahirkan anak pertama di tahun 2009, awalnya ada benjolan namun masuk kembali selesai bab. Lama lama akibat kurang minum, serat, banyak duduk, kurang olahraga, beban kerja. Si wasir suka bengkak lebih lama. Akhirnya tahun 2016 saya mengalami kehamilan bermasalah yg mana rahim sering kontraksi si wasir ikut baper juga dan smkin menonjol. Ternyata tubuh saya ada gangguan hormon dan setelah tindakan ops thyroid ( akan diceritakan di sesi lain) malah skrg jadi hipotiroid, efeknya lemak semakin menumpuk akibat metabolisme tubuh yg lambat. Nah ini juga mempengaruhi wasir karena tubuh makin gemuk. Bab dibarengi darah segar mirip mimisan..Dan saat itulah saya pikir perlu tindakan serius.
Browsing2 ada beberapa pilihan utk mengobati wasir utk grade dibawah tiga obat obat baik salep, oral atau herbal masih memungkinkan. Di atas itu biasanya dokter menyarankan ops. Saya masuk grade 4, pilihan jenis operasi nya:
a. Operasi konvensional dengan insisi dan jahitan, katanya ni termasuk jenis operasi yg paling menyakitkan dgn penyembuhan bisa sampai sebulan. (Coret dari list)
B. Opera si dengan Stapler, wasir didorong masuk dan dijepit dengan alat stapler melingkar.
C. Ligasi karet, ini mungkin wasitnya diikat ketat pakai karet dan karena tidak ada asupan nutrisi jaringan wasir akan mati dan copot dengan sendirinya. Saya pernah kena polip dan diligasi karet, sakitnya tiga hari gak bisa tidur, menderita banget
D. Operasi dengan laser , akibat hasil browsing saya kira ini biayanya lbh rendah dari tindakan operasi lain dan tanpa pendarahan. ( Lalu saya cari lokasi RS yg bisa BPJS dan menyediakan alat ini di Malang)
Rumah wasir muncul di hasil searching cabangnya di Jakarta, Semarang dll tapi tidak ada di Malang. Nah ternyata lokasi ops laser wasir di malang ada di RS UMM. Ini linknya
Saya Konsul dulu, datang ke resepsionis ambil nomor, bayar 100rb ke kasir dan diminta mengantri di depan poli bedah di lantai 3. Disana bertemu Dr. Aleq jam konsulnya cuma jam 18.00 SD 19.00 ya. Setelah dicek disarankan ops saja pakai laser. Katanya jangan khawatir lamanya operasi cuma 15 menit, nyerinya tumpul bukan tajam spti ops konvensional, minim pendarahan, sampai ke akar dan bisa CPT plg. Biayanya 12 juta dengan BPJS harga jadi separuhnya +_ 6 jt. Dikasih pengantar rawat inap di IGD saat saya mau check ini utk tindakan. Dan kalau siap diminta menghubungi terlebih dulu ke nomor WA dokter kalau ada pertanyaan.
Hari Operasi
Setelah saya siap besok lusanya saya hubungi dokter lalu dipandu utk menggunakan dulcolax. Malam sebelumnya, puasa sejak jam 10 malam. Lalu pagi jam 7 saya membawa pengantar rawat inap dari dokter ke IGD. Pendaftaran administrasi, Lalu persiapan yaitu pemasangan infus, tes alergi antibiotik, injeksi anti nyeri dan mual. Lalu dibawa ke lantai 5 utk ganti baju operasi. Jam 9 masuk ruang operasi, perawat menjelaskan prosedur lalu dokter anestesi memperkenalkan diri dan menerangkan jenis anestesi yg akan diberikan. Yaitu setengah badan.
1. Tahap anestesi
Di ruang ops yg suhunya 18 'c saya diminta duduk lalu memeluk bantal dan menundukkan kepala lalu punggung Disteril dan disuntik dua kali di ruas tulang belakang yg mana tidak sesakit masang infus, lalu berbaring terlentang sampai efek bius menjalar, awalnya hangat lalu kaki kesemutan dan tidak bisa digerakkan.
Lalu badan dimiringkan ke kanan oleh perawat dan diselimuti cover operasi.
2. Tahap operasi
Disini suami menemani karena saya deg degan. Proses operasi memang cuma 15 mnt dan tidak terasa apapun. Saya berbaring ke kanan, perawat cewek memegangi bagian belakang dan dokter beraksi dengan alat couternya .Wow saya terkesan, tiba tiba sudah selesai. Padahal tensi naik krn deg2an. Sempat difoto before and after .
Lalu selesai saya dibawa ke ruang pemulihan sampai efek bius berangsur hilang, yaitu saat jari kaki bisa digerakkan. Dipindah ke ruang rawat inap, dari jam 10 tidak boleh duduk tegak sampai jam 3.
Jam 12 suster datang membawakan makanan jenis diet rendah sisa. Disuapin krn saya sendirian. Isinya bubur sumsum, bisa milih gurih dgn abon atau manis dgn gula aren. Jam 2 efek bius hilang total




